Tria Meidiansari

My Photo
About me..........
Saya cuma cew biasa-biasa aja yg punya impian luar biasa. Selalu berusaha keras agar apa yang belum dicapai bisa dicapai, apa yang sudah dicapai bisa dipertahankan karena saya yakin Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang jika kita sendiri tidak berusaha. Namun demikian, saya juga menyadari kalau hidup ini sudah ada yang ngatur. Jadi usaha + doa itu yang utama...
View my complete profile

Tuesday, March 24, 2009

Trip to Korea



Waktu ngeliat poster di kampus tentang “Trip to Korea” jadi teringat jaman dulu ketika setahun aku hidup disana. Ya meskipun ga lama, tp paling nggak aku uda ngerasain gimana rasanya tinggal di Korea..Seneng bgt rasanya. Lha gimana ga seneng, lha wong semuanya gratis, dapet uang saku pula..

Waktu itu aku baru dapet 2 semester kuliah S1 di Ilmu Hubungan Internasional UGM. Tahun 2004. Masih awal-awal kuliah gitu deh. Apply beasiswa itupun juga iseng sebenernya. Tanpa sengaja pas buka website UGM, ada info beasiswa ASEAN University Network untuk kuliah di Daejeon University (Korea) selama satu tahun. Nama beasiswanya “International College Student Exchange Programme between Korea and ASEAN Nations 2005”. Kesempatan beasiswa itu dibuka bagi mahasiswa-mahasiswa dari jurusan sosial, ekonomi dan humaniora dari semua angkatan. Aku ajak temen2ku utk apply, tp mereka ga ada yg bergerak. Mereka bilang blm ada pandangan utk pergi2, lha wong kuliah aja msh dapet 2 semester. Ya uda, aku apply aja sendiri. Meskipun syaratnya kurang lengkap (aku ga menyertakan TOEFL score krn memang belum punya), tp nothing to lose lah, pikirku. Keterima syukur, ga keterima jg gapapa...

Dua bulan kemudian....Taraaaa.....Aku DITERIMA!!! Benar2 hal yg ga kuduga. Saat itu aku uda pesimis sebenrnya, karena memang byk mahasiswa lain dr angkatan diatasku yg jg apply dan mrk uda terbukti kepinterannya dgn keaktifannya dan IPKnya yg tinggi. Ga nyangka malah aku yg keterima. Alhamdulillah...aku syukuri semua itu...

Krn waktu itu adalah pertama kalinya aku keluar negeri, deg-degan bgt rasanya. Maklum anak kampung. Keluar negeri bagaikan impian. Takut jg. Untung aja ada 1 mahasiswa lg dr UGM yg jg keterima, yg ga lain dan ga bukan adalah kakak kelasku di HI...Awalnya kami ga kenal, tp krn ngerasa senasib sepenanggungan di negeri orang jadinya malah spt saudara aja...

Pertama kali disana, rasanya pengen pulang. Begitu uda ngerasain enaknya hidup disana, jadi ga pengen pulang...Hehehe...Satu hal yg perlu dicatat, Korea is not only a nice place to study, but there are also many exciting sights to travel around...(to be continued)

Check out this web: (ada fotoku jg loh disitu..hehe...)

http://www.aun-sec.org/activities_within_dialogue_2_2.html

Sunday, November 30, 2008

Managing diversity in love...

Konon kebiasaan seseorang sudah datang dari sono-nya, sehingga sulit sekali untuk diubah. Tapi, bukan berarti tak bisa diatasi, kan?

Kadang-kadang aneh juga, kenapa banyak orang yang ingin mengubah kebiasaan orang lain, terutama calon pasangannya. Padahal, kalau dipikir-pikir, justru perbedaan itu yang membuat "dia" terlihat menarik.

Tapi, kalau mendengar alasan sejumlah wanita dan pria, kenapa mereka ingin mengubah pasangannya, nampaknya masuk akal juga. "Dia oke, tapi ada kebiasaan yang kayaknya kurang sreg," begitu kira-kira.

Konon, keinginan merubah pasangan itu timbul karena ego, "naluri" untuk memiliki dan merasa aman --tepatnya, agar diri merasa nyaman. Tak heran banyak yang melakukannya dengan membabi buta (ngomel sana, ngomel sini) tanpa menyadari efek sampingnya.

Memang ada yang berhasil, tapi ada juga yang membuahkan masalah baru. Walau bukan solusi yang tepat, nampaknya putus hubungan, bercerai, dan "perang dingin", menjadi alternatif paling baik, bila usaha merubah pasangan tak berhasil. Lantas, apa solusi yang terbaik?

Kata para ahli, kita harus berusaha mengubah sudut pandang terhadap satu masalah. Dengan begitu, lambat laun, fokus dalam diri akan berubah dan --kemungkinan besar, bisa menerima apa yang pasangan kita lakukan.

"Daripada memfokuskan diri untuk mengubah kebiasaan pasangan, akan lebih baik jika kita membangun atmosfer baru dengan mencoba saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing," jelas Neil Jacobson, seorang dosen psikologi asal University of Washington.

Berdasar studi yang dilakukannya, 89% pasangan yang memberlakukan sikap saling nrimo itu, umumnya merasa puas dengan hubungan mereka. "Mereka pun menjadi lebih bahagia karena 'peperangan' tak sering terjadi."

Untuk itu, Jacobson mengemukakan dua strategi yang bisa diterapkan dalam mengatasi perbedaan kebiasaan dengan pasangan, yakni:

1. Berhentilah terobsesi mengubah si dia. Daripada terus-menerus menuduh pasangan Anda sembrono atau serampangan misalnya, lebih baik tunjukkan bahwa Anda memiliki kebiasaan dan sikap baik yang berbeda. Kemudian Anda bisa berdiskusi layaknya sepasang yang tengah memcahkan persoalan.

2. Cobalah untuk menerima dirinya kendati dirinya tidak memenuhi sosok ideal Anda. Ingat, perbedaan-perbedaan itulah yang konon menjadi bagian dari rasa cinta itu sendiri bukan?

Sunday, July 27, 2008

Budaya naik gunung di Korea


Apakah anda punya hobi naik gunung ??? Di Korea naik gunung atau bukit kali ya...karena memang tidak terlalu tinggi, naik gunung merupakan kegiatan yang banyak dilakukan orang, baik anak muda maupun lansia. Nah...tidak jarang ketika naik kereta atau bus khususnya pada hari libur, kita akan menemukan sekelompok orang yang akan melakukan pendakian. Namun ada juga yang melakukan pendakian sendiri-sendiri.

Mereka melakukan kegiatan tersebut hanya untuk satu alasan hidup "sehat". Masyarakat Korea dikenal sangat peduli dengan kesehatan. Masyarakat Indonesia juga tentunya sama, cuma fasilitasnya kurang lengkap kali ya...????? Atau malessss....???

Nah...disini diatas bukit sekalipun kita dapat menemukan fasilitas olah raga yang cukup lengkap. Percaya nggak sih ??? Percaya donk..karena saya sudah melihatnya sendiri...

Kondisi wilayah Korea Selatan yang berbukit-bukit juga merupakan faktor yang mendukung hingga banyak orang yang menyukai kegiatan ini. Disamping itu...tingkat keamanan yang cukup terjamin, juga membuat orang merasa nyaman ketika melakukan pendakian. Bayangkan pada sore hari, ketika matahari sudah hampir tenggelam orang masih berani naik, tidak terkecuali gadis-gadis. Bagaimana kalau ditempat anda ?? Anda kira-kira berani nggak ??? Tentunya, nggak janji deh....

Kegiatan naik bukit biasanya paling banyak dilakukan pada saat musim gugur dan musim bunga. Pada musim dingin bagaimana ??? Ada juga tuh yang berani...tapi tidak pada saat salju turun ....
Pada saat musim gugur kita akan dapat menikmati pemandangan disaat-saat dedaunan yang telah berubah warna berguguran ditiup angin dan pada musim bunga..ya..tentunya kita menikmati mekarnya berbagai jenis bunga seperti bunga cherry, azalea, jinhae dan juga mehwa dengan warna-warni yang mempesona.

Namun sayangnya...kegiatan naik bukit ini, kadang-kadang juga memiliki efek yang buruk. Mau tahu nggak ??? Ada sebagian orang, biasa ajosse dan ajumma yang kalau udah selesai naik gunung, kemudian kumpul-kumpul lalu minum soju, ya...minuman keras khas Korea. Jadi dimana yahh nilai kesehatannya ???? Hehhee....

Sunday, July 20, 2008

Ungkapan Rasa Cinta...



Manusia memang makhluk rumit. Dan suka aneh sendiri. Hal-hal yang pingin kita omongin, atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap. Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. Walhasil, seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin orang lain ngerasa bete, nggak disayang, nggak dihargai. Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri, kita ragu buat bilang, "I love you". Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain; "jaga diri baik-baik", "belajar yang bener","hati-hati di jalan", "jangan ngebut", "jangan lupa makan". Tapi,sebenernya, itu cuma opsi-opsi lain dari perkataan yang sesungguhnya; "saya sayang kamu", "saya peduli sama kamu", "kamu sangat berarti buat saya", "saya nggak mau kamu terluka".

So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting, tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.

Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapot atau kamar yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalo dia bener-bener MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta di sana. Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana pun juga, itu adalah cinta.

Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya dapet kuliah gratis dari bokapnya. Gadis itu cuma nangkep kemarahan sang bokap. Tapi kalo dia mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya. "Kamu gimana sih, Papa jadi khawatir sama kamu," kata bokapnya. Tau nggak, itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat berarti buat Papa" yang sayangnya, nggak tersampaikan dengan lisan.

Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara--hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman,dengan air mata. Cinta nggak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan. Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan dan keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain.

Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.

Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah. Cinta adalah anugerah.


Membuat kita bernyanyi.

Membuat kita sedih.

Membuat kita menangis.

Membuat kita bertanya "kenapa?"

Membuat kita memberi.

Membuat kita menerima.

Dan yang paling penting, membuat kita hidup.


Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang. Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan. Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan, karena mereka udah berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat hidup menjadi penuh makna.

Wednesday, July 9, 2008

Mengeluh, bolehkah??

Pertanyaan saya adalah mana yang benar. Sabar itu ada batasnya atau sabar itu tak berbatas?

Oke, semua punya jawaban masing-masing. Salah satu teman saya akhirnya memutuskan sesuatu yang fatal karena merasa batas kesabarannya telah habis. Sementara teman saya yang lain masing adem ayem saja ditempa gejolak masalah. “Sebagai manusia, sabar memang tak berbatas,” begitu katanya. Bagaimana dengan Anda?

Sebenarnya saya bukan tipikal orang yang suka mengeluh, bukan pula orang yang cepat putus asa, Namun entah kenapa akhir-akhir ini saya menjadi orang yang seringkali mengeluh? Apakah karena batas kesabaran telah habis atau karena saya menjadi sedemikian bodohnya mengelola hati.

Terlepas dari masalah Anda dan saya. Sesungguhnya, sikap mengeluh ternyata banyak membawa dampak negatif dan bukan tindakan yang arif. Semakin banyak keluhan, semakin berat beban yang kita rasakan. Berbekal dari sana, hari ini saya membulatkan tekad. Insya Allah, apapun yang terjadi, apapun yang saya alami, semoga tidak ada keluhan lagi. Semoga setiap waktu saya bisa belajar dari segala hal, walau hal itu hanya seujung kuku!

Monday, June 30, 2008

Menetralisir Perasaan Cinta..



Salah satu cara ampuh menetralisir perasaan adalah berpikir RASIONAL.

Seperti juga anda, saya pernah jatuh cinta, lantas patah hati, pernah juga menangis bahkan sempat memutuskan sesuatu yang konyol dalam pikiran kalut saat itu tapi lantas saya cepat menetralisir perasaan itu dengan berpikir rasional.

Ya, cinta. Semua orang merasakannya tanpa kecuali. Tua muda, perempuan laki-laki, miskin kaya, hitam putih, semuanya. Cinta, siapa yang bisa menuliskan artinya secara spesifik? Tak ada! Terdapat banyak perpaduan di sana antara perasaan ingin memiliki, rasa bahagia, kecewa, sakit hati, cemburu…

Cinta sebegitu kuat mengakar di dalam hati semua orang. Banyak yang rela mengorbankan dirinya demi cinta, memangkas keinginan demi memuaskan pasangan, lantas setia sehidup semati walau sering disakiti. Semua karena cinta, begitu cinta, sangat mencintai, tidak ingin kehilangan,…

Dan ketika banyak orang mengatasnamakan cinta demi sesuatu yang tidak masuk akal. Itulah fungsinya berpikir rasional.

Apakah karena cinta Anda harus tersiksa? Tidak!

Apakah karena cinta Anda harus bunuh diri? Tidak!

Apakah karena cinta Anda harus mengurung aktualisasi? Tidak!

Apakah karena cinta Anda harus menjadi seseorang yang bukan diri Anda sendiri? Tidak!


Jadi berpikirlah RASIONAL…


Cinta bukan merubah seseorang menjadi orang lain.

Cinta adalah sesuatu yang dapat membuat Anda menjadi lebih baik.

Cinta adalah manifestasi dari semua perasaan yang membuat Anda dan saya bertambah dewasa. Semoga!

Sunday, June 29, 2008

Tentang Cowok......

Setujukah anda dengan pernyataan berikut ini??

  • Cowok baik biasanya jelek
  • Cowok cakep biasanya brengsek
  • Cowok baik dan cakep biasanya uda punya pasangan
  • Kalau cowok baik dan cakep belum punya pasangan biasanya dia adalah playboy yang suka gonta ganti pasangan dan ga mau terikat pada satu pasangan aja…atau bisa jadi dia homooooooo.....